Awal masuk Sekolah dasar di usia 5 Tahun baru pintar membaca dan lincah menulis di kelas 3 masih ingat dong sampai sekarang. Pas naik kelas 4 wali kelasnya tuntut tulisan harus cantik dan rapih. Naik kelas 5 wali kelasnya selalu periksa catatan yang bolong-bolong harus di isi karena katanya tidak boleh ada kertas yang di sia-siakan kalau masih bisa di gunakan harus di pake untuk menulis. Sampai naik kelas 6 saya sudah punya cita-cita dimana ingin jadi Kepala sekolah. kenapa kepala sekolah? Karena dengan ilmu yang saya dapatkan yaitu tulisan sudah cantik di tambah dengan catatan rapih tampa ada bolong sama sekali pikiran anak umur belasan tahun pada saat itu "yes akhirnya saya sudah layak jadi kepala sekolah nih" sesimpel itu.
Lanjut..
Masuk SMP dengan pelajaran yang begitu beruba dimana setiap guru mengajar satu mata pelajaran sesuai titel mereka. Seketika pun cita-cita berubah saat itu ingin jadi Guru agama. Kenapa guru agama? Karena entah kenapa setiap liat guru agama SMP hari saya merasa tenang dan damai di tambah cara mengajar yang bagus dan mudah di pahami sehingga saya jadi termotifasi untuk jadi guru agama juga seperti beliau.
Lanjut..
Pas SMA dengan pikiran yang lebih terbuka cita-cita semakin mantap dan tidak berubah masih sama yaitu ingin jadi Guru agama kenapa karena lebih di yakinkan lagi dengan melihat bahwa ternyata sosok guru agama memang auranya memang berbeda. Seperti guru agama SMA saya raut wajahnya selalu bersinar sehingga selalu merasa senang jika melihat beliau. Jadi semakin nyakin jika dj tanya cita-citanya jadi apa? Jawaban saya "pengen jadi Guru agama" seyakin itu.
Lanjut..
Pas di hadapkan pada situasi yang rumit ketika masuk ke Universitas yang saya inginkan untuk menjadi sarjanah S. Pd, i. Ternyata tuhan memilihkan ke jurusan yang bertolak belakan dengan cita-cita saya. Singkatnya saya menjalani samlai saat ini, sehingga pada akhirnya cita-cita pun berubah dengan kesadaran yang tidak akan mungkin bisa meraihnya. Endingnya cita-cita berubah menjadi abstrak.
A. W
Sebuah karya
Pengikut
Sabtu, 25 April 2020
Jumat, 24 April 2020
Cerita dimasa lalu menjadi sebuah pengalaman di hari esok
Kehidupan akan terus berjalan hingga pada akhirnya perubahan pun akan muncul.
Ada saat dimana seseorang bisa saling sayang dan mengasihi tetapi tidak terpungkiri bisa saja keharmonisan itu lenyap hingga terciptanya sebuah konflik yang tak berujung.
Ceritaku..
Saya pernah gagal dalam sebuah hubungan. Berawal dari kesalah pahaman kecil dengan keikut campuran orang lain yang tidak paham menjadikannya semakin rumit hingga lama kelamaan hubungan ini menyakiti satu sama lain.
Belajar dari hubungan itu bahwa kesalahan terbesar adalah saling melepas dan membiarkan semuanya hingga pada titik yang sangat menyeramkan dengan terciptanya ketidak pedulian lagi di antara satu sama lain.
Seburuk itu dampak dari rasa kekecewaan yang tumbuh dalam diri seseorang yang dikecewakan dalam hubungan persahabatan.
Dan perubahan itu pun muncul sesuai gambar ini
Tidak pernah bermimpi bakalan dapat sahabat yang seperti kalian. Bohong bangat kalau saya bilang kalian itu sempurna karena itu mustahil.
Tidak semua sifat dari kalian yang bisa saya terima. Merasa marah ke kalian juga saya pernah. Ingin menengur kalian juga saya pernah. Saya kecewa sama kalian juga pernah. Dan saya sedih karena kalian juga pernah.
Tapi jujur! Tidak tahu kenapa walaupun dengan semua itu rasanya kalian menganggap saya penting dan akhirnya saya bertahan sejauh ini.
Dan terakhir cuma mau bilang, Terimakasih telah bertahan juga sampai sejauh ini. Kalian bisa sakit sesekali, bisa malas sesekali, bisa bosan sesekali, bisa ribut sesekali. Tapi tolong jangan ada yang pamit dan menghilang.
A. W
Ada saat dimana seseorang bisa saling sayang dan mengasihi tetapi tidak terpungkiri bisa saja keharmonisan itu lenyap hingga terciptanya sebuah konflik yang tak berujung.
Ceritaku..
Saya pernah gagal dalam sebuah hubungan. Berawal dari kesalah pahaman kecil dengan keikut campuran orang lain yang tidak paham menjadikannya semakin rumit hingga lama kelamaan hubungan ini menyakiti satu sama lain.
Belajar dari hubungan itu bahwa kesalahan terbesar adalah saling melepas dan membiarkan semuanya hingga pada titik yang sangat menyeramkan dengan terciptanya ketidak pedulian lagi di antara satu sama lain.
Seburuk itu dampak dari rasa kekecewaan yang tumbuh dalam diri seseorang yang dikecewakan dalam hubungan persahabatan.
Dan perubahan itu pun muncul sesuai gambar ini
Tidak pernah bermimpi bakalan dapat sahabat yang seperti kalian. Bohong bangat kalau saya bilang kalian itu sempurna karena itu mustahil.
Tidak semua sifat dari kalian yang bisa saya terima. Merasa marah ke kalian juga saya pernah. Ingin menengur kalian juga saya pernah. Saya kecewa sama kalian juga pernah. Dan saya sedih karena kalian juga pernah.
Tapi jujur! Tidak tahu kenapa walaupun dengan semua itu rasanya kalian menganggap saya penting dan akhirnya saya bertahan sejauh ini.
Dan terakhir cuma mau bilang, Terimakasih telah bertahan juga sampai sejauh ini. Kalian bisa sakit sesekali, bisa malas sesekali, bisa bosan sesekali, bisa ribut sesekali. Tapi tolong jangan ada yang pamit dan menghilang.
A. W
Langganan:
Postingan (Atom)